fbpx

NSL Beri Reward ke Mahasiswi Untad, Usai Raih Prestasi Internasional

 NSL Beri Reward ke Mahasiswi Untad, Usai Raih Prestasi Internasional

Plt.Ketua Nasdem Palu Yahdi Basma bersama Ketua Dewan Pakar Nasdem Sulteng, Nilam Sari Lawira/NSL (kedua dari kiri) saat berikan penghargaan kepada Dian Septiawati, Sabtu (26/6/2021) (foto: wartasulteng/INM)

wartasulteng.id, PALU – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Nilam Sari Lawira atau lebih dikenal dengan sebutan NSL berikan apresiasi kepada salah seorang mahasiswi asal Universitas Tadulako yang meraih prestasi pada ajang International Youth Scientific Forum Step into the future– Rusia. Acara berlangsung pada Sabtu sore (26/6/2021) di halaman sekertariat DPD Nasdem Kota Palu.

Dalam sambutannya, NSL yang juga merupakan Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Sulteng menyatakan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada Dian Septiawati, mahasiswi Universitas Tadulako yang sudah berjasa memberikan buah pikir penelitiannya tentang upaya mitigasi bencana pada pemberdayaan ekosistem mangrove di pesisir teluk palu.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Dian. Menurut saya apresiasi kepada mereka yang berprestasi menyumbang pikirannya untuk kemajuan peradaban sangat jarang, seperti buah pemikiran lewat sebuah penelitian misalnya,” ungkap Nilam Sari Lawira.

Menurutnya, apresiasi baiknya juga diberikan kepada mereka yang juga berprestasi pada bidang lain. Tanpa men-diskreditkan cabang-cabang olahraga, apresiasi kepada seseorang juga patut diberikan kepada siapa saja yang memberi kontribusi kepada kehidupan dan orang banyak.

“Saya cukup bangga, anak seperti Dian ini adalah Puteri Daerah kita, diusianya yang masih begitu muda, pencapaian prestasi-nya ini luar biasa. Saya juga ucapkan terimakasih, berkat rekan-rekan seperjuangan saya di Partai NasDem Palu, pikiran dan niatnya yang begitu tepat untuk membudayakan kultur penghormatan dan penghargaan kepada seseorang yang berjasa di lingkungan kita” ujar NSL dalam isi sambutannya.

Nilam Sari Lawira saat beri sambutan. (Foto: INM)

Motivasi Dian Untuk Kita

Tidak sendiri, Dian Septiawati bersama Riska Kurniawati (Mahasiswi Universitas Padjadjaran) mengikuti ajang tersebut dengan mengambil tema besar soal upaya mitigasi bencana tsunami melalui pemberdayaan ekosistem mangrove di daerah pesisir.

“Kami melakukan penelitian ini untuk memetakan kesehatan mangrove. Hal tersebut berhubungan dengan ekosistem mangrove dan upaya mitigasi bencana, terutama di daerah pesisir pantai teluk palu yang habis terkena imbas bencana pada 2018 silam” ujar Riska sebagaimana dikutip Validnews, Jum’at (18/6).

Atas risetnya dalam ajang bergengsi berkelas Internasional itu, Dian dan Riska meraih Grand Winners Award mengungguli 1.078 peneliti muda dari 23 negara di dunia. Award ini diberikan oleh Panitia yang melibatkan 12 universitas ternama dan 14 lembaga riset di Rusia.

“Saya berharap hasil riset ini bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Seperti yang saya katakan, mangrove sungguh potensial bukan hanya sebagai penghalang tsunami, tapi juga karunia Tuhan yang kuat dalam menyerap karbondioksida yang kotori alam kita”, ujar Dian yang berdiri di sebelah NSL.

Respon Pemerintah

Sementara itu, Kementerian Dikbud berencana fasilitasi Dian dengan stimulan sejumlah biaya Penelitian lanjutan. “Iya, Kementerian menjanjikan Rp 9 Juta rupiah untuk rencana kami desain suatu alat yang fungsinya bisa ketahui titik potensial kesuburan mangrove”, ujar Dian Septiawati saat ditemui di pelataran Kantor NasDem Palu, sore tadi, Sabtu(26/06/2021).

Karena menurutnya, upaya mitigasi bencana tsunami lewat mangrove ini masih sangat jarang dilakukan. Padahal, mangrove dapat memecah abrasi pantai sebagai mitigasi bencana. Tanaman bakau ini dapat menjadi dinding untuk memecah gelombang air laut.

“Kami menggunakan data primer melalui pengamatan kondisi mangrove Rhizophora stylosa. Jenis mangrove ini diketahui mempunyai kemampuan sebagai bio-absorpsi dari kadar garam. Hal tersebut dapat menjaga konduktivitas dan salinitas di daerah pesisir pantai. Adapun parameter kesehatan tumbuhan mangrove ini dapat dilihat dari nilai intensitas cahaya, nilai RGB, dan nilai HUE daun mangrove. Dari nilai-nilai tersebut, kita akan melihat kondisi mangrove dengan tiga parameter, yaitu sehat, cukup sehat, dan tidak sehat”, ungkap anak bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Rusdin Abd. Rahim dan Ibu Rustin Labatjo ini.

NasDem NSL Reward dihadiri orang tua Dian Septiawati dan Pengurus NasDem Kota Palu. (Foto: INM)

Inisiasi NasDem, Beri Reward

Ketika mendengar ada mahasiswi Untad Palu yang mengukir prestasi di tingkat Internasional, bahkan meraih grand winner dalam ajang International Forum for Scientific YouthStep Into the Future 2021 yang diselenggarakan oleh Rusia, adalah Yahdi Basma, Plt Ketua NasDem Kota Palu yang mengajak sejumlah kawannya mendiskusikan aspek komitmen penghargaan publik kepada orang atau kelompok orang yang mengukir karya manfaat bagi kehidupan dan kemanusiaan. Wujud komitmen itu mereka beri label : NasDem NSL Reward.

“NSL adalah akronim dari Nilam Sari Lawira, Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Sulteng yang juga Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkap Yahdi Basma menjelaskan.

Menurut YB pertimbangan tersebut ringkas cukup ringkas. “Ini musti didorong oleh personal yang relevan. Apa relevansi Ibu Nilam? Beliau selain Ketua DPRD perempuan pertama di daerah kita, juga persis dengan basis keilmuan NSL yang juga paham soal disiplin ilmu kehutanan, salinitas, dan pengetahuan varian lainnya yang menyertai,” kata YB.

Plt. Ketua NasDem Palu, Yahdi Basma saat berikan sambutannya. (Foto: INM)

Menurutnya, sebagai salah satu penentu kebijakan publik di daerah, kita juga ditakdirkan hidup di atas Sesar aktif Palu Koro, ” Harus melihat bahwa mangrove juga titipan Tuhan untuk skema pembangunan berbasis PRB (Pengurangan Resiko Bencana) kita ke depan”, demikian YB sapaan akrab pria berkacamata yang juga Pendiri PENA-98 Indonesia itu. (IM/INM)

Related post