fbpx

Perampok Yang Sempat Perkosa Korban di Makasssar Tertangkap

 Perampok Yang Sempat Perkosa Korban di Makasssar Tertangkap

Gambar dari hasil rekaman CCTV saat tersangka melakukan aksi perampokan di Makassar. (wartasulteng/ist).

wartasulteng.id, – Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar melalui Unit Jatanras Kota Makassar berhasil menangkap komplotan perampok yang disertai tindak pemerkosaan yang videonya sempat viral di media sosial. Total ada empat tersangka yang berhasil diamankan di tiga lokasi berbeda.

Empat pelaku yang ditangkap yakni MR (38) AS (27) FJ (27) dan YK (35). Keempat pelaku ditangkap di wilayah Desa Samplungan, Kecamatan Galesong, Takalar, Jalan Abu Bakar Lambogo Makassar, dan Jalan HR Daeng Ngunjung Makassar.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Agus Khaerul mengatakan bahwa penangkapan keempat pelaku berawal dari penangkapan seorang penadah berinisial YK. Dari pengembangan itu, didapatkan pelaku MR dan AS di wilayah Galesong, Takalar. Sementara pelaku lainnya di tangkap di Jalan Abubakar Lambogo.

“Dari penangkapan seorang penadah yang menerima barang hasil curian pelaku itu, kita mengembangkan kemudian menangkap para pelaku tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui komplotan tersebut telah beraksi di sebelas TKP di Kota Makassar. Hal ini berdasarkan laporan dari sejumlah kepolisian sektor (polsek) terkait pencurian dengan pemberatan (curat).

“Komplotan ini sudah beraksi di 11 TKP. Mereka berempat ini punya peran dan modusnya berbeda-beda. Mereka ini berteman,” jelasnya.

Kompol Agus Khaerul menambahkan, sebelas TKP tersebut terjadi mulai bulan Januari sampai Juni 2021. Dari sebelas TKP, dua di antaranya terjadi di Kecamatan Manggala. Sasaran para pelaku yakni adalah indekos perempuan.

“Di Manggala dua LP (laporan polisi), sasarannya memang kos perempuan. Dan yang terakhir ini viral karena terekam CCTV,” katanya.

Agus menambahkan untuk kondisi mahasiswi yang menjadi korban pemerkosaan dan perampokan saat ini sudah membaik, meski sempat mengalami trauma.

“Kondisi korban sudah membaik, meski sempat trauma. Korban kan diancam sajam dan diperkosa saat itu. Yang perkosa hanya hanya pelaku MR,” ucapnya.

Kini para pelaku terancam dijerat pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) KUHPidana tentang pencurian yang didahului, disertai ancaman kekerasan terhadap seseorang, serta pasal 285 KUHPidana, dan terancam hukuman penjara selama sembilan tahun. (IM)

Related post