fbpx

Literasi Ekonomi dan Upaya Konservasi di Kawasan TN Lore Lindu

 Literasi Ekonomi dan Upaya Konservasi di Kawasan TN Lore Lindu

Upaya meningkatkan ekonomi masyarakat di desa-desa penyangga TN Lore Lindu dengan kerjasama kemitraan konservasi. (Foto: Humas BBTNLL)

wartasulteng.id, – Kemilau alam raya selalu menjadi daya tarik manusia untuk melakukan upaya eskplorasi mendalam.Pada aspek tertentu, keberadaan taman nasional bukan saja menjadi wadah hidup makhluk bumi, lebih dari itu, ekosistem yang seimbang turut mempengaruhi laku hidup manusia yang juga tinggal di dalamnya.

Ketika pandemi corona bersama perubahan iklim secara drastis hadir memukul kehidupan, cara pandang manusia menatap alam pun kini kian berubah. Eksploitasi sumber daya secara besar-besaran sebagai upaya menambal sendi-sendi ekonomi yang kian lumpuh menjadi ancaman serius, bagaimana manusia dan alam dipaksa membuka negosiasi baru terkait pemanfaatan.

Dalam jurnal The Lancet yang dirilis Lancet Countdown tentang kesehatan dan perubahan iklim, pandemi corona menunjukan pada kita bagaimana krisis kesehatan skala global turut mempengaruhi sektor ekonomi dan pola hidup manusia.

Di kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) virus corona dipandang sebagai kesempatan yang dikirim tuhan untuk mengatur ulang kehidupan lebih baik di masa pandemi. Pandemi memberi jeda bagaimana pengelolaan taman nasional di atur sedemikian rupa agar lebih baik, utamanya pada aspek wisata, pemanfaatan lahan dan upaya perlindungan kawasan dari ancaman krisis ekonomi dan lingkungan.

Meski demikian Ir. Jusman, Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) tak menampik dampak ekonomi yang dialami sebagian besar masyarakat menghadirkan pola pikir berbeda, dimana kegiatan pembalakan hutan, penambangan liar, perburuan dan aktivitas perusakan lingkungan dikawasan TN lore lindu berpotensi meningkat di tengah krisis akibat pandemi corona.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga melemahnya sektor ekonomi inilah yang menjadi dorongan masyarakat melakukan upaya pemanfaatan lahan secara besar-besaran tanpa menimbang dampak lanjutan. BBTNLL mencatat, perburuan liar, pembalakan hutan dan aktivitas perusakan dikawasan TN lore lindu meningkat drastis di tengah pandemi.

“Di tengah pandemi, kita terus berupaya memberikan pendampingan dan bantuan kepada masyarakat di sejumlah titik desa penyangga, sambil menata sektor lainnya kita berharap masyarakat di kawasan juga bisa terus hidup layak dengan memanfaatkan lingkungan secara bijak, ujar Kepala BBTNLL Ir. Jusman kepada readtimes.id.

Sebagai antisipasi, selama kurun waktu 2 tahun masa pandemi, BBTNLL terus berupaya melakukan pendekatan konservatif kepada masyarakat yang tinggal desa-desa kawasan penyangga. Hal ini secara berkelanjutan dilakukan sebagai motivasi dan kiat-kiat dalam menjaga stabilitas ekonomi serta pelestarian kawasan di tengah krisis. Antisipasi ini juga dilakukan dengan menata kembali sektor wisata taman nasional ditengah jeda pandemi.

Di Desa Marena Kabupaten Sigi, desa penyangga yang dikenal teguh menjaga hukum adat ini menjadi salahsatu kawasan yang diberdayakan oleh BBTNLL, masyarakat marena dipercaya untuk mengelola berbagai olahan rotan dan pembuatan minuman herbal melalui pemberian bantuan ekonomi produktif sebagai edukasi kepada masyarakat luas untuk memanfaatkan hasil hutan bukan kayu secara arif dan lestari di sekitar kawasan.

Kerjasama kemitraan konservasi antara Balai TN Lore Lindu bersama warga masyarakat penyangga taman nasional. (Foto: Humas BBTNLL)

Desa Marena bukan satu-satunya kawasan disekitar TN Lore Lindu yang mendapat perhatian khusus untuk program peningkatan ekonomi warga. Tercatat ada sekitar 36 desa penyangga di kawasan TN Lore Lindu yang akan mendapat kerjasama kemitraan konservasi oleh pihak Balai hingga tahun 2023.

Bantuan yang diberikan berupa pemberian bibit tanaman seperti cempaka, kakao, kopi, lekatu,jati putih, alpukat dan cengkeh di Desa Tomehipu dan Kageroa, juga bantuan berupa bibit ternak babi dan bibit leda yang disalutkan ke Desa Watutau Kabupaten Poso.

“Selain pemberian bantuan bibit tanaman dan ternak, bantuan modal pengembangan ekonomi kawasan juga diperuntukan disini, seperti pembuatan stub [sarang lebah] dan pemanfatan hasil hutan bukan kayu lainnya untuk peningkatan ekonomi masyarakat disekitar kawasan” pungkasnya. *** (Ista Mujahid)

Related post