fbpx

ART Tak Segan Beberkan Jika Ada Anggota DPD-RI Yang Dukung Penambahan Masa Jabatan Presiden.

 ART Tak Segan Beberkan Jika Ada Anggota DPD-RI Yang Dukung Penambahan Masa Jabatan Presiden.

Abdul Rachman Thaha / ART (berkacamata hitam) anggota DPD-RI saat kunjungan kerjanya di Sulteng. (Foto: wartasulteng.id/Ikbal)

wartasulteng.id, – Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha menyatakan mendukung amandemen UUD 1945, meski begitu dirinya secara tegas menolak wacana penambahan masa jabatan Presiden RI.

Menanggapi hal tersebut, dirinya meyakini bahwa 99,9% anggota DPD RI termasuk dirinya akan menolak wacana penambahan masa jabatan Presiden menjadi 3 periode.

“Meskipun syarat minimal 50 persen+1 (bagi putusan untuk mengubah pasal UUD) terpenuhi, namun tanpa mengandung unsur DPD pada perumusannya, maka semestinya rakyat dapat menilai sendiri fatsoen politik wakil-wakil mereka di Senayan.“ katanya.

Dirinya mengaku, tetap pada pendiriannya, menolak wacana tersebut sampai batas akhir masa jabatan ia di DPD RI. Dirinya juga tak segan-segan untuk mengungkap, jika ada nama-nama anggota DPD RI yang melakukan transaksi politik yang tidak etis terkait wacana perubahan masa jabatan presiden.

“Benar, jika saya mengetahui ada anggota DPD yang berpolitik transaksional dengan cara yang tidak etis terkait perubahan masa jabatan presiden, saya tak segan untuk membuka nama yang bersangkutan ke masyarakat,“ tegasnya.

Ia meyakini, wacana yang dibuat hanyalah sebuah pancingan bagi seorang Presiden Joko Widodo. Karena disituasi lain, publik juga akan mempertanyakan sikap kenegarawanan sang Presiden.

“Andai dugaan itu benar-benar menjadi kenyataan, maka ini akan menjadi kenyataan yang terlalu mahal bagi reputasi seorang Presiden sendiri, dan tentunya menjadi perjalanan yang terlalu suram bagi bangsa Indonesia,” tandasnya. (ID)

Related post