fbpx

Reshuffle Menteri: Mas Menteri Dan Gus Menteri, Formasi Tepat?

 Reshuffle Menteri: Mas Menteri Dan Gus Menteri, Formasi Tepat?

Oleh : Ista Mujahid Akbar

WartaSulteng.id – Yang lalu biarlah berlalu, menjadi kenangan, juga pelajaran. Kita menatap hari esok dengan tekad, semangat dan memancang harapan yang baru.

Kalimat diatas tertulis dalam postingan akun media sosial Presiden bersamaan dengan perombakan dibeberapa struktur kabinet kerja Indonesia Maju. Tak lupa, Presiden juga mengirim sebuah gambar rel kereta dengan sebuah tulisan ‘yang baru harus lebih baik’, yang seolah mengisyaratkan agar para menteri baru yang dilantik dapat berlomba-lomba untuk bekerja dan berkarya lebih baik.

Dari Menteri Tua, Ke Menteri Muda

Perombakan struktur Menteri Dalam bidang agama yang dilakukan oleh Jokowi cukup mencolok. Transisi dari Menteri dengan usia yang terbilang cukup tua ke menteri baru Yaqut Cholil Qoumas yang usianya tidak beda jauh dengan Mas Menteri Nadiem Makarim yang menjabat sebagai Mendikbud dinilai akan menjadi sebuah terobosan baru dalam bidang Agama yang kaitannya cukup erat dengan persoalan pendidikan di Indonesia nantinya.

Konsep Agama sebagai Inspirasi ala Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas. Merdeka belajar ala Mas Menteri Nadiem Makarim. Konsep keduanya yang beberapa waktu pernah diutarakan duo Menteri muda itu memang bukan konsep orisinil. Bisa jadi keduanya tidak sempat mengembangkan pemikirannya sendiri, namun bisa jadi keduanya memang bukan seorang konseptor dalam hal ini. Bisa jadi, keduanya dinilai sebagai sosok eksekutor handal yang dipilih Presiden untuk jabatan sekelas Menteri.

Jika kita perhatikan, agama menjadi sumber inspirasi yang disampaikan Gus Menteri Yaqut pernah juga di sampaikan oleh Kyai Said Aqil. Namun setidaknya sang ketua umum PBNU memiliki karya yang pasti bersubjudul dan menjabarkan tentang hal-hal tersebut.

Kedua, mengenai merdeka belajar ala Nadiem milik Sekolah Cikal. Bisa jadi dugaan kedua Menteri muda itu bukan seorang konseptor hebat namun bisa jadi seorang eksekutor yang hebat cukup bisa jadi pertimbangan. Sebab, apa yang mereka pikirkan dan lakukan berpengaruh besar pada jutaan generasi muda bangsa yang saat ini sedang menimba ilmu di madrasah, pesantren, sekolah.

Konsep merdeka belajar, inovasi dalam dunia pendidikan dan kecakapan dalam edukasi, sebuah paduan yang tepat, kenapa menjadi demikian? Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 3. “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”.

Mas Menteri sering bicara inovasi. Gus Menteri mengusung agama sebagai sumber inspirasi. Hal yang cukup tepat! Karenanya sumber inovasi dasarnya adalah iman. Inovasi yang berkembang bukan dari iman hanya mengarah pada kehampaan dan kerusakan. Sementara, iman yang tidak berbuah inovasi bisa menjadi kutukan, omong-kosong dan lucu-lucuan.

Related post