fbpx

Cerita Pilkada Serentak 2020; Obat Penawar Di Masa Pandemi

 Cerita Pilkada Serentak 2020; Obat Penawar Di Masa Pandemi

WartaSulteng.id, – Pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020 yang tercatat sebagai tahapan pelaksanaan terbesar dan terlama sepanjang sejarah Pilkada di Indonesia ternyata menyisahkan banyak kisah menarik.

Pilkada yang semulanya digelar 23 September dan menyertakan 270 dalam satu waktu itu pada akhirnya diundur selama tiga bulan lamanya, yakni hingga akhir Desember.

Mundurnya pelaksanaan pilkada Tahun 2020 justru menjadi berkah tersendiri oleh banyak pihak di tengah situasi pandemi Covid-19. Secara internal, anggaran pelaksanaan pilkada serentak sendiri membengkak dari Rp. 15,23 triliun menjadi Rp. 20,46 triliun.

Di Sulawesi Tengah, geliat Pilkada serentak menjadi ‘obat penawar’ di musim pandemi COVID-19. Panjang dan banyaknya jumlah alat peraga kampanye yang dibutuhkan sejumlah calon menjadi berkah untuk para pelaku usaha percetakan.

Sejumlah pengusaha percetakan menceritakan, setidaknya mencatat ada peningkatan sebesar 30% jumlah pesanan di  rentan waktu februari hingga November 2020.

Andi (31) pemilik usaha percetakan Mitra Sekawan di Palu menambahkan, Rata-rata pesanan adalah jenis alat peraga kampanye calon peserta Pilkada 2020 berupa spanduk dan baliho.

Dampak lain terhadap stimulan ekonomi secara tidak langsung ini juga dirasakan pada sektor lain. Penerimaan baru sebagai tenaga pengawas Pilkada juga turut andil memangkas jumlah penganguran di berbagai daerah termasuk Sulawesi Tengah, ditengah banyaknya pemutusan hubungan kerja/PHK.

Hal-hal diatas belum termasuk besaran anggaran biaya yang dikeluarkan oleh kandidat calon untuk mengarungi kontestasi Pilkada yang cukup panjang yang pastinya juga berdampak pada penggerakan ekonomi masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19.

Related post