fbpx

Tidur Dan Alam Mimpi

 Tidur Dan Alam Mimpi

Oleh : Ista Mujahid Akbar

Tidur umumnya dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting. Tidur sering dianggap berharga apabila dapat memulihkan kondisi fisik dan psikis seseorang untuk kembali beraktivitas. Tidur memulihkan, meremajakan dan memberi energi tubuh dan otak. Bahkan, konsolidasi informasi yang terbelah-belah menjadi utuh kembali ketika kita tidur, yakni saat otot beristirahat. Jauh sebelum Thomas Alfa Edison menemukan lampu listrik, rata-rata orang dewasa tidur sekitar 10 jam dalam dari total 24 jam tiap harinya.

Bila tidur dianggap menjadi sesuatu yang tak berguna, berarti kita telah melakukan pemborosan besar-besaran. Sang eksperimental hebat seperti Edison, hanya tidur selama tiga sampai empat jam pada malam hari, karena dirinya menganggap tidur hanyalah pemborosan waktu.

Sementara, sang pemikir hebat, Albert Einstein memerlukan waktu tidur selama sepuluh jam agar dirinya dapat beraktivitas dengan baik. Pada dalai lama, pemimpin spiritual Tibet, “Tidur menjadi ruang meditasi terbaik”.

Sedangkan mimpi merupakan “fenomena kesadaran” yang didapat saat kita tertidur. Penelitian mutakhir mengungkap bahwa janin dalam kandungan pun bermimpi. Terlepas banyak kontroversi dikalangan ilmuwan, mimpi telah menjadi bahan kajian menarik diberbagai belahan dunia sejak manusia mengenal adanya alam mimpi.

Selain ada pada agama-agama samawi, penyingkapan tabir masa depan melalui mimpi agaknya merupakan fenomena universal. Mimpi yang benar dipercayai sebagai salah satu akses informasi mengenai hal-hal yang berada di luar jangkauan pikiran normal manusia.

Dalam islam sendiri, mimpi mendapatkan porsi yang cukup besar dalam pengalaman religius islam dan agama serumpunnya. Enam bulan sebelum turun wahyu pertama, nabi selalu mimpi dan selalu terbukti kebenarannya.

Kisah yang ada ada Al-Quran tidak sedikit juga yang mengaitkan mimpi dengan peristiwa-peristiwa besar. Seperti percobaan penyembelihan Ismail (QS.37:102-103),Nabi Yusuf diantara anak-anak Yaqub, kehancuran Fir’aun serta penaklukan Makkah (QS.48:27).

Related post