fbpx

Rumahku, Tempat Dimana Hati Bersemayam

 Rumahku, Tempat Dimana Hati Bersemayam

Oleh : Ista Mujahid Akbar

Pada setiap tempat yang kau sebut sebagai ‘rumah’, pastikan didalamnya hanya terdapat satu pintu untukmu mempercayakan segala apa yang menurutmu baik.

Baik menurutmu belum tentu baik menurut orang lain, tak masalah, setidaknya apa yang menjadikanmu percaya pada kekuatan takdir saat ini, hendaknya menjadi pijakanmu untuk melangkah kedepan.

Apa yang telah kau yakini baik, selayaknya tetap kau coba anggap itu hal baik tanpa ada tendensi dari pihak manapun, atau atas dasar kepentingan dan sanjungan, bagaimanapun bentuknya.

Juga pula harus kau aplikasikan sampai pada saatnya kenyataan jua-lah yang menunjukan kepadamu apa sebenarnya isi dalam rumah yang selama ini kau huni. Apakah memang ada jalan melalui pintu yang lain pula?

Jika memang ada, pilihannya hanya dua, mengambil alih kunci untuk menutup rapat-rapat pintu yang (ternyata) lain itu, lalu membuang jauh kunci tersebut, atau membiarkan pintu yang lain itu terbuka lebar untuk selanjutnya orang lain bebas mengakses ‘rumah’ yang dulunya sebagai tempat persinggahan ternyamanmu.

Kemudian, setiap niat baik bukannya tetap dinilai baik? Akan lebih sempurna ketika niat itu ternyata-kan (red: menjadi nyata)

Lalu, kepada kekuatan Tuhan jualah semua yang menjadi keraguanmu, hendaknya kau serahkan sepenuhnya, bukan berarti menyerah, hanya saja kita berusaha menunjukan sisi kehambaan kita sebagai makhluk yang tak berdaya jika tanpa kekuatannya.***

Related post