fbpx

Kunjungi Kebun Anggur Manonda Grape, Sekprov Hidayat Lamakarate Ingin Duyu Jadi Pusat Agrowisata Anggur.

 Kunjungi Kebun Anggur Manonda Grape, Sekprov Hidayat Lamakarate Ingin Duyu Jadi Pusat Agrowisata Anggur.

WartaSulteng.id, PALU – Siapa yang menyukai buah Anggur? Kini, buah impor ini sudah banyak ditanam dan dibudidayakan oleh banyak orang, tak terkecuali masyarakat di Kota Palu. Baru-baru ini Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Dr. Mohamad Hidayat Lamakarate mengunjungi kebun milik Abah Faraisalmin (54) yang berada di Jl.S.Manonda, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Hidayat Lamakarate yang ditemani oleh Abah Faraisalmin berkeliling kebun Manonda Grape juga di kenalkan beberapa jenis varietas anggur yang ditanam di kebun milik warga Duyu tersebut.

Abah Faraisalmin sendiri mulai melakukan pembudidayaan anggur di laham seluas 1.500 meter persegi itu sejak 1 tahun terakhir, dan terdapat beberapa jenis varietas anggur, diantaranya jenis Akademik Avidsba, Doboskiping, Jubile dan Ara-15 yang semuanya adalah jenis impor. Abah Faraisalmin juga menambahkan, dirinya dapat meraup untung dalam sekai panen hingaa jutaan rupiah.

Hidayat Lamakarate yang ikut mencicipi langsung hasil buah anggur di kebun Manonda Grape tersebut sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan kelompok warga Duyu tersebut. Hidayat menambahkan, kegiatan yang dimulai kelompok warga dikebun Manonda Grape itu dapat menjadi cikal bakal lokasi Agrowisata anggur yang ada di Kota Palu.

“Insya Allah, nanti kita mulai lakukan pendampingan kepada warga masyarakat yang untuk melakukan kegiatan-kegiatan produktif. Tentunya dengan fasilitas dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah, agar bisa berjalan dengan baik”, ungkap Hidayat.

Abah Faraisalmin menambahkan, harga anggur dikebun Manonda Grape tersebut dibanderol sebesar Rp.70.000 – Rp.120.000 tergantung dari jenis anggurnya. Juga menyediakan beberapa jenis bibit anggur yang siap untuk dijual.

Terakhir, Hidayat Lamakarate juga berpesan bahwa selain dapat dijadikan kawasan agrowisata. Lokasi tersebut juga dapat dijadikan pusat edukasi untuk belajar menanam dan mengelola pohon anggur, baik untuk hiasan rumah maupun dijadikan bahan komoditi yang dapat menghasilkan keuntungan, ungkapnya.

Sekdaprov Sulteng, saat tinjau kebun anggur di Manonda Grape, Duyu, Kota Palu. ( Foto / ista mujahid )

Ista Mujahid

Related post